Showing posts with label in my mind. Show all posts
Showing posts with label in my mind. Show all posts

Wednesday, November 26, 2014

Efisiensi energi

Bismillah,

Kalau teman saya Galih yang muncul di blog feed membicarakan tentang "energi alternatif", saya mencoba membicarakan tentang efisiensi energi, hasil sharing saya kemarin dengan adek sepupu yang ada di jurusan mesin. Saya menulis disini sebatas pengetahuan saya, karena latar belakang saya bukan dari mesin, atau elektro yang sangat relevan dengan topik ini, jadi maaf kalau ada kesalahan penggunaan istilah heheheh ^_^v

Nah ide dasarnya sebenernya berawal dari kodisi kendaraan ketika memproses sumber daya energi (ntah BBM, biofuel, listrik, dll) menjadi suatu tenaga gerak. Tentunya yang dihasilkan adalah pergerakan kendaraan sendiri kan... Nah dari kondisi ketika kendaraan itu bergerak sebenernya dapat diambil manfaatnya untuk generator energi lain (listrik misalnya). Sumbernya mulai dari energi kinetik perputaran roda, pergesekan rem yang menghasilkan panas, getaran suspensi kendaraan, pergesekan antara roda kereta dan rel, dll. Nah dari energi listrik yang dihasilkan itu kan bisa ditampung kembali dan digunakan untuk sumber energi baru yang menjadi bahan bakar kendaraan, atau mungkin ditampung dan dimanfaatkan untuk kebutuhan lain (misal: penyedia listrik cadangan pada kereta pembangkit)...

Ada lagi yang mungkin bisa diambil manfaatnya, contohnya adalah lorong angin yang dihasilkan antara kendaraan dengan jalan, nah kalau angin yang ada dibawah kendaraan itu bisa dimanfaatkan jadi cadangan sumber energi kan lumayan ya. Atau mungkin atapnya diberi panel surya, seperti bus listrik yang baru-baru ini di launching di Surabaya.... :D

Gak tau ah, ide gila kali ya ini.... :))
Untuk mengetahui apakah efisien atau nggak dari energi yang dihasilkan, kayaknya perlu orang dari mesin, elektro, dan fisika ini yang tugasnya ngitung-ngitung dan ngrancang sistemnya :D

Oh ya, fyi:
Agak sedikit OOT dari BBM dan topik diatas. Paman kebetulan beternak sapi, ya gak banyak sih sapinya, tapi selama ini dia sudah berhasil memanfaatkan limbah kotoran untuk diolah kembali menghasilkan biogas dan pupuk, biogasnya dipakai buat masak sehari-hari.
Keliatan menarik ya riset energi ini. Mungkin nanti orang dari biologi bisa mengembangkan rekayasa genetika untuk menghasilkan bakteri pengurai yang produktivitasnya lebih tinggi. Atau dari kimia, menemukan senyawa baru yang bisa mengurai kotoran sehingga bisa didapatkan biometan....

Ah sudah ah, lama-lama gila :))

Monday, November 24, 2014

seperti "renewable energy"

Bismillah,

Ada satu hal yang membuat saya kembali bersemangat dan seakan "menambah energi", yaitu ketika berbincang dengan adek2 sepupu yang baru masuk kuliah. Bak renewable energy, ntah kenapa setiap mendengar mereka membicarakan rencana, target ke depan, cita-cita, dan impiannya seolah membangkitkan kembali energi yang kadang hilang :D
Jadi flash back ke jaman-jaman masih muda, ketika semangat membara itu muncul, ketika idealisme-idealisme mulai dibangun....
Teruslah meraih impian-impianmu dan berprestasi adek-adeku.... tetap semangat, make us proud !!

Man jadda wajada

Sunday, November 23, 2014

Ketika, pada akhirnya nanti...

Bismillah,
Teringat pada suatu waktu disela-sela perbincangan dengan Bapak (yang aslinya curhat :D), ketika ada sedikit masalah yang mengganjal pikiran. Seperti biasa, beliau selalu memberikan wejangan-wejangan yang penuh motivasi dan menenangkan, dimana salah satunya mengingatkan agar tidak melupakan dzikir dan do'a berikut setelah sholat (saya kutip dengan copy-paste dari muslim[dot]or[dot]id)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
"Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu. 
Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.
Merangkum apa yang dinasehatkan beliau, bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, apa yang kita dapatkan, apa yang kita miliki sekarang ini tidak terlepas dari kuasa Allah. Ketika Allah memberikan sesuatu kepada kita, tidak ada yang mampu menghalangi. Sebaliknya ketika Allah mencabut (mengambil) sesuatu yang ada pada diri kita, tiada yang dapat mencegah-Nya. Pun tidak ada satupun makhluk yang dapat memberikan sesuatu kepada kita ketika Allah tidak menghendaki.

Ketika pada akhirnya nanti, sesuatu yang kita miliki diambilNya, maka kita harus ikhlas dan bersabar, dengan mengingat bahwa segala sesuatu yang kita miliki itu hanyalah titipan dan amanah dari Allah. Demikian juga ketika ternyata sesuatu yang kita kehendaki ternyata tidak diberikan oleh Allah, maka kita harus selalu berpikir positif dan bersabar bahwa sesuatu itu ternyata bukan yang terbaik yang diberikan Allah ke kita.....
Kuncinya selalu optimis pada apa yang telah kita ikhtiarkan dan yang telah kita tawakkalkan, selalu menambah syukur atas segala yang telah kita dapatkan.....

(sambil manggut-manggut menyimak....)
Ah, diri ini musti lebih banyak mempelajari ilmu sabar dan syukur.... :)

Monday, November 17, 2014

Give to Get

Bismillah,
Ada salah satu algoritma yang menarik di dalam sebuah sistem Peer to Peer (apa itu P2P?), terutama yang memanfaatkan protokol Bittorrent (apa itu Bittorrent?), yaitu Give to Get [1]... Algoritma ini merupakan salah satu algoritma peer selection (algoritma pemilihan peer mana yang akan diberikan data oleh suatu peer berdasarkan aturan tertentu), yang merupakan pengembangan dari algoritma standar yang ada di Bittorrent, yaitu Tit-for-Tat. Nah ide dari munculnya algoritma Give to Get ini ada karena algoritma Tit-for-Tat yang terdapat pada protokol Bittorrent tidak mampu menangani permasalahan penentuan peer secara adil oleh sebuah sistem Bittorrent ketika menangani data streaming (karena dikembangkan untuk menangani data biasa)..

Secara sederhana perbedaan Tit-for-Tat dengan Give-To-Get yaitu: pada Tit-for-Tat suatu peer cenderung akan memberikan data kepada peer lain yang juga memberikan data ke dia. Sedangkan pada Give-To-Get, suatu peer akan memberikan data ke peer lain, dimana peer lain tersebut juga telah memberikan data ke peer yang lainnya..... Bingung? (garuk-garuk kepala...)
Intinya kalau Tit-for-Tat akan memberikan data ke peer yang juga berkontribusi ke dirinya, sedangkan Give-to-Get akan memberikan data ke peer yang telah berkontribusi ke peer yang lain.

Nah berikutnya saya paksakan jadi analogi hidup...
Dalam hidup ini kita tentunya tidak lepas dari interaksi sosial seperti halnya dalam sistem P2P. Apalagi sebagai makhluk ber Tuhan, kita tentu percaya bahwa Allah akan memberikan sesuatu kepada kita, jika kita sebagai hambanya "memberikan" (melaksanakan) kewajiban ibadah kita kepada Allah. Kita juga paham bahwa segala sesuatu yang kita berikan kepada orang lain merefleksi kepada kita sendiri. Misalkan, kalau kita memberikan keburukan kepada orang lain, maka kelak akan mendapatkan hal buruk. Sedangkan kalau kita memberikan kebaikan kepada orang lain, maka kelak kita akan mendapatkan kebaikan dari orang lain tersebut....
Sebenernya lebih tepat istilahnya adalah Give-will-Get, kalau kita mampu memberikan yang terbaik dari kita kepada Allah dan sesama makhluk secara ikhlas  (tanpa memandang apakah makhluk itu telah memberikan sesuatu kepada kita, dan bukan karena mengharapkan timbal balik seperti pada Give-to-Get), insyaAllah akan diberikan balasan berupa kebaikan pula (walaupun tidak secara langsung)...

Seperti yang ada pada lirik salah satu lagu Keane....
This life, is lived in perfect symmetry...
What I do, that will be done to me....

Referensi
[1] Mol, J. J. D., Pouwelse, J. A., Meulpolder, M., Epema, D. H., & Sips, H. J. (2008). Give-to-get: Free-riding-resilient video-on-demand in p2p systems.Proceeding of the 15th SPIE/ACM Multimedia Computing and Networking (MMCN’08).

Sunday, November 9, 2014

Membingkai Surga dalam Rumah Tangga

Bismillah,
Sebenernya saya mendapatkan buku ini berawal dari tidak kesengajaan saya waktu ke Gramedia beberapa waktu lalu. Unplanned book hunting lebih tepatnya, ketika saya secara iseng-iseng pergi ke Gramedia cuman buat baca-baca buku saja, sambil nungguin waktu janjian ketemu temen kampus yang lagi nganterin mahasiswa buat event lomba.

Well, saya tidak akan bahas tragedinya gimana, yang jelas buku ini menarik minat saya untuk membelinya. Kalau gak salah buku ini adalah buku ke-5 yang membahas topik pernikahan dan rumah tangga yang berhasil saya beli (hehehehe, maklum lagi pengen banyak belajar tentang topik ini :D), setelah beberapa bulan sebelumnya berhasil mendapatkan buku karya Ustadz M. Fauzil Adhim berjudul "Kado Pernikahan untuk Istriku", hehehehe.

Ok langsung saja, "Membingkai Surga dalam Rumah Tangga". Buku ini ditulis oleh Aam Amiruddin (ustadz Aam yang sering muncul di tipi itu lho), dan Ayat Priyatna Muhlis. Secara garis besar buku ini menceritakan tentang segala hal yang berkaitan dengan pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Buku ini memberikan wawasan kepada kita tentang masalah seluk beluk pernikahan dan liku-liku rumah tangga dipandang dari sudut kajian agama. Nah menariknya jika dibanding dengan buku lainnya yang sejenis, pembahasan buku ini sangat praktis dan to the point. Di samping itu diberikan contoh beberapa studi kasus masalah, topik tertentu baik di pernikahan maupun di kehidupan rumah tangga, beserta solusi-solusi yang diberikan dengan memandang dari sudut agama Islam. Dalil-dalil yang diberikan di buku ini pun juga jelas dan shahih sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Gaya bahasa yang disampaikan pun mudah dipahami dan tidak bertele-tele.

Nah, untuk masalah topik bahasan, ada beberapa hal yang dibahas di dalam buku ini, yaitu:

  • Bahasan tentang manajemen cinta, dan tahapan pranikah
  • Bahasan tentang seluk beluk pernikahan
  • Bahasan tentang seluk belum kehidupan rumah tangga, mulai dari kewajiban suami terhadap istri, kewajiban istri terhadap suami, romantika hubungan suami istri, dll... termasuk studi kasus ketika terjadi prahara dalam rumah tangga.
Oh iya satu lagi, buku ini gak tebel kok, cuman 186 halaman, tapi menurut saya InsyaAllah dapat memberikan wawasan dan ilmu bagi saya dalam mengarungi samudra rumah tangga (cieeeee....). Walaupun sebenernya saya sakin masih banyak buku-buku serupa yang memberikan bahasan lebih detail, tapi buku ini cukup menarik dan memberikan ilmu, terutama bagi orang yang awam dan pemula (dalam kehidupan rumah tangga..) seperti saya, hehehehehe....

That's all rangkuman bukunya, untuk detailnya silahkan beli sendiri ya, atau bisa pinjem ke saya asalkan nanti dikembaliin, maklum istri belum baca, hehehehe...
Yang penting tiada lelah untuk belajar......

Salam,

Friday, November 7, 2014

antara memotivasi diri sendiri dan orang lain

Bismillah,
hanya ingin menulis apa yang terlintas di pikiran....
Entahlah kenapa saya suka banget ngasih motivasi ke orang lain, biasanya sampe meletup-letup, padahal dalam kondisi yang sama saya kehilangan motivasi atau butuh motivasi....
Biasanya kalau gini sukanya mencari-cari sesuatu yang dapat menumbuhkan motivasi, apapun itu, dari mulai mengingat-ingat impian, cita-cita, dan harapan-harapan akan sesuatu, harapan-harapan dari orang yang kita cintai, de-el-el....
Atau kemudian merenung, masa yang saya kasih motivasi bisa termotivasi, sedangkan saya tidak termotivasi, hehehehehe....
Oh, iya cara ini insyaAllah efektif untuk menumbuhkan motivasi diri:

  • Mengurangi mengeluh, 
  • Mengingat-ingat nikmat yang sudah kita dapatkan selama hidup (selalu bersyukur), dan
  • Menambah sikap sabar atas impian kita yang belum tercapai
Hehehe, have a good day, selamat hari jum'at yang penuh barokah :)

Saturday, April 19, 2014

kampus dan debat capres

Bismillah,

Memang di tahun politik ini media-media rame sekali membahas isu-isu mulai dari caleg, partai, maupun pencapresan. Tetapi masalahnya kebanyakan berita-berita yang ada di media itu tidak menyampaikan fakta, dan bahkan punya kecenderungan besar untuk membentuk opini-opini yang tidak objektif tentang suatu isu, ntah itu caleg, partai, pimpinan partai, maupun capres. Berat sebelah? tidak imbang? jelas iya. Karena memang beberapa media juga dikendalikan oleh beberapa politisi yang bisa jadi tidak menginginkan pemberitaan positif dari pesaingnya.
Lantas apa umpan baliknya? tentu saja rakyat yang jadi korban. Rakyat akan mudah tergiring pada suatu opini tertentu yang belum tentu itu benar, dari hasil pemberitaan media tersebut.

Nah mendekati pemilihan presiden yang rencananya diadakan tanggal 9 juli, situasi tentu semakin panas. Media-media yang dimiliki oleh politisi-politisi dan punya kepentingan tertentu sudah pasti semakin "garang" dalam "berkampanye", dan membentuk opini masyarakat. Lantas bagaimana mendidik objektifitas masyarakat terhadap capres yang akan dipilihnya?

Sedikit gagasan dari orang yang awam politik :D :
Bagaimana kalau beberapa kampus di Indonesia mengundang capres-capres tersebut untuk mengadakan debat terbuka. Nah acara debat ini (dipaksa) disiarkan langsung oleh TVRI dan RRI, termasuk stasiun TV swasta maupun radio swasta. Kenapa dipilih kampus? karena kampus adalah area yang netral bagi politik dan memiliki kontrol yang sangat baik. Di acara itu tentunya juga mengundang beberapa praktisi, pengusaha, birokrat, dll. tidak hanya akademisi saja. Saya yakin, dengan forum seperti itu, gagasan-gagasan para capres, visi dan misi yang diusungnya akan dapat tersampaikan dengan baik. Kritikan-kritikan cerdas juga pasti akan bermunculan. Dan masyarakat yang lain juga akan memahami visi, misi, dan gagasan capres secara objektif (inilah alasan kenapa stasiun TV dan radio dipaksa menyiarkan secara langsung)....
Dengan model seperti itu saya kira lumayan lah sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat. Walaupun sekarang kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi melalui internet, namun kevalidan dari informasi tersebut yang kadang masih harus dipertanyakan. Dan kecenderungan masyarakat kita masih banyak yang gampang percaya pada suatu informasi, tanpa melihat dan mau menelusuri kevalidan informasi itu....

Begitulah yang ada di pikiran saya, yang masih awam akan seluk beluk dunia politik :p, semoga bangsa Indonesia semakin baik!! :)


Sunday, February 9, 2014

Good News atau Bad News

Bismillah,
hanya sekedar beropini.
Seumpama ada sebuah pertanyaan yang ditujukan ke saya. "Milih mana, good news atau bad news?", jawaban saya adalah "berimbang" (dengan prosentase yang relatif tentu saja).

Bad news
Selalu ada, dalam artian memang dalam kehidupan nyata pastilah tidak terlepas dari sesuatu yang buruk, walaupun sebagian besar orang (yang benar) akan berusaha menghindarinya. Nah perlukah media memberitakan hal-hal yang buruk ini?. Imo, sangat perlu, kita jadi tahu apa kesalahan kita, apa kekurangan kita, bagaimana itu bisa terjadi dll. yang kebanyakan orang pastilah bisa menganalisa dengan pendekatan what, when, where, why, how. Dari mengetahui sisi negatif itu bisa menjadi suatu pemicu (trigger) bagi orang untuk memperbaiki sisi negatif itu, memikirkan, hingga menimbulkan suatu gagasan bagaimana biar sisi negatif itu tidak muncul, tidak berkembang, dan bagaimana memperbaikinya bila itu terjadi. Tetapi ini tentu saja harus dalam porsi tertentu (berapa persennya sangat relatif, dan belum saya amati :D). Umpan balik yang bisa timbul karena pemberitaan Bad News yang terlalu berlebihan tentu saja sangat banyak. Salah satunya adalah sikap pesimis, dan pikiran yang selalu buruk terhadap lingkungan (karena pemberitaan media). Bisa jadi malah orang semakin malas memperbaiki diri karena melihat fakta bahwa kondisi lingkungan sudah terlalu buruk untuk diperbaiki. Dan bisa jadi orang tersebut malah ikut-ikutan menjadi buruk (mungkin ada dampak psikologisnya kali ya :D)

Friday, February 7, 2014

(Mencoba) mapping jurnal dengan tool FreeMind

Dalam suatu proses riset, ternyata pekerjaan ngumpulin jurnal, baca, menentukan paper relevan atau tidak, kemudian proses "squeezing " jurnal menjadi suatu ide atau topik yang baru lumayan memusingkan. Dari kumpulan paper yang ada, harus bisa ditentukan apakah paper tersebut masuk ke topik riset yang diangkat atau tidak. Kemudian mengelompokan jurnal tersebut ke sub bahasan yang terkait dengan topik juga bukan perkara yang mudah. Nah permasalahannya kalau kita diminta mengingat-ingat jurnal tersebut masuk sub bahasan apa yang sangat susah, apalagi kalau jurnalnya gak cuman satu, tapi ada puluhan

Nah tiba-tiba teringat satu tool yang sering dipakai buat mapping suatu ide, dan poin-poin penting dari ide tersebut ke dalam suatu bentuk visual. Kenapa musti bentuk visual, karena menurut yg mengembangkan tools tersebut, suatu model visual lebih mudah diingat dari pada bentuk teks. Tools ini namanya "mind map" dan saya mencoba menggunakan FreeMind pada Linux Ubuntu.

Jadi idenya, saya pingin "ide tentang suatu riset" dipecah/ di-mapping ke dalam beberapa kata kunci, dan tiap kata kunci  itu memetakan paper mana saja yang relevan terhadap kata kunci itu. Bagaimana hasilnya?? Let's try it!!

Sunday, November 24, 2013

pengenalan masjid sejak dini

Beberapa bulan belakangan ini saya mengamati salah beberapa jama'ah masjid di deket kos di Bandung.
Ada salah satu jama'ah, seorang bapak yang membawa putranya yang masih balita (sekitar umur setahun lebih kira-kira) bersama-sama ikut sholat berjama'ah. Dengan tlaten, kadang bapak tersebut menggendong putranya sambil sholat, kadang membiarkan lari-lari, atau duduk dipangkuannya ketika tasyahud.
Ada bapak yang lain, yang tiap kali jama'ah, 2 orang putranya (seumuran anak TK dan SD) selalu ikut. Hampir tiap waktu sholat (kecuali subuh), 2 orang anak tersebut selalu kelihatan nongol diantara deretan shaff, bersama-sama dengan teman sebayanya pula.
Salah satu pendidikan keluarga yang mungkin sebagian orang menganggap itu sepele, tapi bagi saya itu adalah salah satu panutan yang harus di tiru, dipelajari. Mengenalkan sholat sejak balita, mengenalkan masjid, mengenalkan apa itu berjama'ah, termasuk mengenalkan bagaimana bersosialisasi.
Mungkin ini adalah salah satu contoh dan praktek buku yang kemarin saya baca, "Sudahkah aku jadi orang tua shaleh?". Mendidik anak tanpa harus diteriaki, diminta, digurui, dipaksa, dll, tapi memberi teladan, menginsipirasi, memberitahu, dan yang jelas membentuk habit secara perlahan :). Anak akan jadi menjadi terbiasa sholat, terbiasa ke masjid, terbiasa berjama'ah.

Tuesday, November 19, 2013

apa yang dirayakan, dan apa yang diperingati?

Di suatu waktu disela-sela menunggu dosen datang dalam sebuah ruangan kelas, terjadi diskusi ringan dan kecil-kecilan, tentang suatu ensensi dari kata "merayakan" dan "memperingati"..
"Merayakan", apa yang dirayakan? kenapa harus dirayakan?
"Memperingati", apa yang diperingati? kenapa harus diperangati?
Sekilas memang kedua kata tersebut sama, akan tetapi menurut persepsi saya memiliki makna yang sangat berbeda. Kalau menurut kamus semantik bahasa indonesia:

  • Merayakan[v] memuliakan (memperingati, memestakan) hari raya (peristiwa penting): ~ Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia; ~ hari lahir
  • Memperingati[v] (1) mengadakan suatu kegiatan (spt pe-rayaan, selamatan) untuk mengenangkan atau memuliakan suatu peristiwa: didirikan sebuah tugu untuk ~ jasa-jasa para pahlawan; (2) mencatat (dl buku catatan): dia selalu ~ kata-kata yg sukar dl buku yg khusus itu; (3) memberi peringatan (teguran, nasihat) supaya ingat akan kewajiban dsb: Ibu ~ pesan Ayah kpd anak-anaknya untuk berdoa sebelum tidur

Jadi mengapa menurut persepsi saya berbeda? Menurut saya kata "memperingati" lebih memiliki makna yang dalam daripada "merayakan". "Memperingati" bagi saya lebih kearah perenungan, melihat history, apa yang sudah terjadi, apa yang sedang terjadi, dan kemudian timbul apa yang akan direncanakan terjadi. Sedangkan "merayakan", lebih bermakna kegembiraan, selebrasi apa yang sudah dicapai. Penggunaannya tentu saja (menurut persepsi saya) berbeda.

Saya ambil contoh
Ketika terjadi suatu momen pergantian usia. Setelah hati saya berkontempelasi :p, akhirnya saya lebih cocok memilih menggunakan kata "memperingati", kenapa? karena sesungguhnya esensi dari pergantian umur itu adalah terjadinya decrement pada umur kita, umur kita semakin berkurang, jatah hidup kita semakin berkurang,... Lalu, apa yang musti dirayakan, apa yang musti dikasih selamat? pencapaian yang sudah dilakukan sampai umur berganti? atau malah bertambahnya usia?.. 
Bagaimana kalau kita artikan sebagai sebuah perenungan? merenungi apa yang sudah kita lakukan, merenungi keselahan-kesalahan kita, merenungi apa yang belum kita capai, dan merenungi apa usaha kita untuk memperbaiki kedepannya. 
Ketika ada suatu perlombaan, dan kita menjadi pemenang, maka sangat cocok menggunakan kata "merayakan", mengapa? karena disitu ada kegembiraan, ada suatu pencapaian prestasi, ada sesuatu yang harus diselebrasikan, dan sebagainya

Well, begitulah menurut persepsi saya, hasil diskusi kecil disela-sela kuliah, mungkin tidak selamanya betul, kalau bener-bener dilihat dari sisi bahasa, cmiiw :D
Eniwei, untuk kasus pertama saya lebih suka sama do'a dari pada ucapan selamat :D

*tulisan random di sela-sela mengerjakan tugas yang tertunda*

Sunday, February 10, 2013

the property of clock

"The local clock of a process (whether correct or faulty) never decrease or skips values")*
Secara gak sengaja menemukan quote diatas sewaktu membaca paper. Kalau dipikir-pikir maknanya dalem banget, tapi terkadang kita sering mengabaikanya. Sebuah teori sederhana tentang waktu, dimana waktu itu akan terus berjalan, detik akan terus berdetak, dan bilangan bilangan yang ada di jam meja pun akan terus bertambah, (increase). Tidak sedikitpun berhenti, atau bahkan berkurang (decrease). Whether correct or faulty never decrease or skips values, apapun yang terjadi entah itu sesuatu yang baik atau buruk (musibah) bagi kita, kita tetap tidak akan pernah menghentikan waktu, meloncati waktu, apalagi mengembalikan waktu.

Saturday, February 9, 2013

repost suatu artikel atau blog

Sebenernya tulisan ini tidak bermaksud untuk "menyinyir", tapi sedikit mengomentari tentang beberapa fenomena yang ada di dunia blog.
In my very humble opinion, saya itu kok lebih seneng blog walking di suatu blog yang memang benar-benar dutulis oleh pemiliknya sendiri, walaupun tulisan itu simple dan sederhana. Dalam artian, artikel yang dia muat, opini yang dia buat, statement yang dia tulis adalah murni dari bahasanya dia. Bukan secara mentah-mentah mengambil dari artikel atau blog lain (dan parahnya melakukan copy paste). Memang blog ini bukanlah suatu tulisan resmi, yang harus mengikuti aturan-aturan dan kaidah seperti menulis di buku. Akan tetapi setidaknya kita tidak langsung mengambil mentah-mentah apa yang ada di artikel yang lain, untuk ditempatkan di blog-nya sendiri. Yang paling parah adalah tidak mencantumkan sumber dari artikel tersebut. Sehingga persepsi pembaca akan mengira bahwa itu adalah opini penulisnya sendiri, padahal faktanya tidak.

Sejauh yang saya tau, walaupun itu blog, setidaknya kita harus mencantumkan sumber dari artikel atau statemen yang kita muat secara jelas, termasuk media-media lain seperti image ataupun video, ya sebagai penghargaan terhadap sumber aslinya. Dan yang lebih baik memang setiap kita mengutip statement dari artikel yang lain, kita memberikan opini dari statement tersebut.

Just a little thing in my mind, cmiiw

Friday, February 24, 2012

Monday, September 5, 2011

It's about time

Lyric salah satu lagunya Jamie Cullum dari album Twenty Something, kayaknya judul album dan lagunya ngena banget, mak jleeebbb :)), tapi asik juga emang lagunya,... Enjoy It

It's About Time

Walking down to the water's edge
Where I have been before
If I don't find my love sometime
I'm walking out that door
Some may come and some may go
But no-one seems to be
The person I've been searching for
The one whose meant for me


Thursday, September 1, 2011

"9 summers 10 autumns"

 9 Summers 10 Autumns,
Sebenernya udah lama baca buku ini, dari awal jaman-jaman launching, ya sekitar awal tahun 2011 lah. Cuman akhir-akhir ini aja pengen share apa yang kudapat dari buku ini. In my opinion, buku ini saya kategorikan novel motivasi dengan rating 4.5/ 5. Setara dengan novel Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Awalnya sih gak begitu tertarik, tetapi setelah membaca resensi buku ini di salah satu surat kabar, akhirnya muncul minat yang membara buat hunting buku ini. [saya emang hobi baca novel ber genre motivasi dan daily life :)]

Cerita dari novel ini saya kategorikan True Story, yang berkisah tentang perjuangan seorang anak dengan nama Iwan (sesuai dengan nama pengarangnya), di dalam menggapai mimpi-mimpinya, mengangkat martabat keluarganya. Singkat cerita ini, namanya Iwan yang putra seorang supir angkot di Batu, Malang, sejak kecil mempunyai kehidupan yang kurang beruntung (dari sisi ekonomi) dibanding dengan teman-temanya.

Friday, June 24, 2011

Senyum itu menyenangkan

Semua orang pasti sudah paham dan tahu tentang kalimat "Senyum itu ibadah"...
Kalimatnya memang sederhana, tetapi efeknya sangat luar biasa apabila kita melakukannya...
Tapi tahukah kita bahwa sebenarnya hal itu juga tidak mudah dilakukan.
IMHO, karena keterbatasan dari manusia itu sendiri (terutama kondisi psikologis), menyebabkan level "senyum" seseorang juga berbeda. Dan menurut saya hal itu juga butuh suatu proses pembelajaran untuk memberikan senyum pada "level" ikhlas....

Terinspirasi sebuah tulisan dari seorang teman pada suatu blog. Bahwa ternyata efek tersenyum (dengan ikhlas), tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tapi juga bisa berdampak pada orang lain. Walaupun katakanlah orang itu membenci atau pernah marah pada kita, dan kita juga pernah membencinya.
Pernah juga baca di beberapa referensi buku agama (saya lupa bukunya), bahwa kesehatan jasmani, sebenarnya juga dipengaruhi oleh kesehatan rohani. Apabila hati kita senantiasa diliputi sikap bahagia, maka "partikel-partikel" dalam tubuh kita (dalam istilah saya), juga akan sehat. Dan itulah yang salah satunya didapatkan dari tersenyum (dengan ikhlas)

""I'm just human", punya keterbatasan"... kadang-kadang kalimat itu yang menjadi pembelaan kenapa kita tidak mau tersenyum. Tapi tidak ada salahnya kita terus belajar belajar belajar, ... mendewasakan diri, membuang ego yang besar, mengendalikan emosi, memaafkan, tidak menyakiti dan menjaga hati......
Terlepas dari sesuatu hal yang pernah menyakitkan kita, mari kita belajar tersenyum dengan ikhlas, karenya senyum itu menyenangkan

Saturday, January 1, 2011

relatifitas persepsi

Pengalaman sekaligus menjadi semacam "tamparan"...
Apalagi kalau kaitanya sama social network, suatu hal yang bisa jadi suatu gurauan, bisa menjadi sesuatu yang sangat sensitif, apalagi kalau menyangkut sama orang lain...

Statement, foto, atau apapun itu bisa jadi menimbulkan persepsi yang berbeda. Mungkin terkadang kita tidak menyadari hal seperti itu, tapi bagi sudut pandang orang yang lain, hal tersebut menjadi sangat sensitif, menyinggung perasaan, walaupun mungkin itu teman atau sahabat kita.

Tuesday, December 14, 2010

I belive I can Fly

Seperti judul lagu... tapi emang bener itu judul lagu.

Lagu itu merupakan salah satu OST dari film garapan Disney yang berjudul "Space Jam", yang cerita singkatnya nih, seingatku si pemain basket Michael Jordan diminta untuk maen basket lagi (setelah lama pensiun dan beralih ke base ball) oleh para karakter Loony Tunes karena ditantang oleh alien.....

Lagu ini awal pertama kali dinyanyikan oleh R. Kelly, dan dinyanyikan oleh beberapa penyanyi lain seperti penyanyi jazz kawakan James Ingram, atau bahkan di aransemen oleh Kenny G

Saya sangat dueeemeen men men banget dengan lagu ini.... Kenapa ?? Yang Pertama, adalah karena musiknya emang enak di denger, dan Yang Kedua adalah karena kekuatan liriknya yang begitu enerjik, memberikan semangat dan motivasi....
Bagi saya alasan kedua ini bener-bener mampu "menyihir" semagat saya kembali, setelah terjatuh....

Liriknya yang begitu memotivasi seseorang yang suatu saat terjatuh, tapi bagaimana dia bisa bangkit kembali, bagaimana dia punya semangat kembali, untuk meraih apa yang diimpikan, apa yang dicita-citakan.
Walaupun nampak semua itu mustahil, tapi dengan kekuatan semangat, usaha dan do'a, bukan tidak mungkin "keajaiban" itu akan terwujud....

"There are miracles in life I must achieve............"
"I belive I can Fly.... I believe I can Fly.... I believe I can touch the sky...."

Note:
Lagu ini sering saya dengarkan ketika suatu saat berada pada kondisi putus asa dan gak ada semangat, atau ketika mengalami kegagalan terhadap suatu hal....
"Just believe that you can fly... believe that you can touch the sky... " =)

#nowplaying I believe I can Fly - Kenny G

PeEr "Writing Task"

Latar belakang:
Kebetulan skill bahasa inggrisku dibawah rata-rata, jadi mau gak mau harus dipaksakan untuk terus belajar dan belajar... dan tentu saja juga ambil kelas di salah satu "Language Course" yang ada di kota (Malang)...

Rumusan masalah:
Berbicara tentang menulis, jadi keinget salah satu PR dari tutorku yang harus dikerjakan, yaitu "Writing Task", dari beberapa task yang ada di materi course (IELTS), keliatannya ini yang paling malas saya kerjakan. Yang lain seperti reading, listening, speaking cukup sering dikerjakan pada waktu waktu luang....
  • Reading udah diimbangi dengan kegiatan sehari-sehari yang harus buka-buka paper
  • Listening diimbangi dengan nonton pilm subtitle english dan dengerin podcast
  • Speaking dilakukan dengan sesekali ngomong bahasa inggris, atau menirukan orang orang yang ada di podcast dan film berbicara
Aneh bukan,...hehehehe, sebenernya ketiga poin diatas itu kadang dilakukan dengan tidak sesuai aturan, misalkan grammar yang kacau kalau liat percakapan di film. Baca paper yang kadang memang materinya terlalu teknis, sehingga gak nyambung dengan reading task yang ada di IELTS (karena kebanyakan wawasan umum dan sosial). Dan masalah speaking yang istilah jawanya "pokok njeplak" =D.
Tapi lumayan emang buat belajar, atau setidaknya membiasakan diri dan menambah kosa kata (vocabulary).

Pembahasan:
Kembali ke masalah "Writing TAsk", apa yang membuat saya males ?? Sudah pasti jawabannya "Tidak Biasa".
Mungkin para pemirsa, eh pembaca sudah tau style saya, kalau masalah tulis menulis ini saya tidak ahli. Ide-ide di kepala kadang susah sekali terwujud melalui tulisan-tulisan. Apalagi kalau di dalam "Writing Task", kita harus membuat suatu tulisan dengan grammar dan diksi yang pas, serta harus ada korelasi antar kalimat dan paragraf. Sedangkan waktu yang disediakan tidak terlalu banyak.
  • 20 menit untuk writing task 1 (descriptive) dengan 150 kata ->> kalau ini menjelaskan tentang data-data yang ada di chart
  • 40 menit untuk writing task 2 (argumentative) dengan 250 kata ->> dan kalau ini kita diminta berargumen (agree/ disagree) tentang suatu permasalahan
Sebenernya ini hanya masalah kebiasaan (In My humble Opinion).
Kalau kita sering membuat tulisan yang berangkat dari apa yang kita amati dari lingkungan sekitar, saya rasa hal ini lama kelamaan akan terasa mudah . Karena memang pertanyaannya juga gak jauh-jauh dengan kehidupan sehari-sehari (NOTE buat saya !!!)

Sebentar.... (buntu ide)

Jadi cukup sekian kira-kira,.... saya harus kembali ke PeEr saya menulis :|