Showing posts with label inspiration. Show all posts
Showing posts with label inspiration. Show all posts

Sunday, November 9, 2014

Membingkai Surga dalam Rumah Tangga

Bismillah,
Sebenernya saya mendapatkan buku ini berawal dari tidak kesengajaan saya waktu ke Gramedia beberapa waktu lalu. Unplanned book hunting lebih tepatnya, ketika saya secara iseng-iseng pergi ke Gramedia cuman buat baca-baca buku saja, sambil nungguin waktu janjian ketemu temen kampus yang lagi nganterin mahasiswa buat event lomba.

Well, saya tidak akan bahas tragedinya gimana, yang jelas buku ini menarik minat saya untuk membelinya. Kalau gak salah buku ini adalah buku ke-5 yang membahas topik pernikahan dan rumah tangga yang berhasil saya beli (hehehehe, maklum lagi pengen banyak belajar tentang topik ini :D), setelah beberapa bulan sebelumnya berhasil mendapatkan buku karya Ustadz M. Fauzil Adhim berjudul "Kado Pernikahan untuk Istriku", hehehehe.

Ok langsung saja, "Membingkai Surga dalam Rumah Tangga". Buku ini ditulis oleh Aam Amiruddin (ustadz Aam yang sering muncul di tipi itu lho), dan Ayat Priyatna Muhlis. Secara garis besar buku ini menceritakan tentang segala hal yang berkaitan dengan pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Buku ini memberikan wawasan kepada kita tentang masalah seluk beluk pernikahan dan liku-liku rumah tangga dipandang dari sudut kajian agama. Nah menariknya jika dibanding dengan buku lainnya yang sejenis, pembahasan buku ini sangat praktis dan to the point. Di samping itu diberikan contoh beberapa studi kasus masalah, topik tertentu baik di pernikahan maupun di kehidupan rumah tangga, beserta solusi-solusi yang diberikan dengan memandang dari sudut agama Islam. Dalil-dalil yang diberikan di buku ini pun juga jelas dan shahih sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Gaya bahasa yang disampaikan pun mudah dipahami dan tidak bertele-tele.

Nah, untuk masalah topik bahasan, ada beberapa hal yang dibahas di dalam buku ini, yaitu:

  • Bahasan tentang manajemen cinta, dan tahapan pranikah
  • Bahasan tentang seluk beluk pernikahan
  • Bahasan tentang seluk belum kehidupan rumah tangga, mulai dari kewajiban suami terhadap istri, kewajiban istri terhadap suami, romantika hubungan suami istri, dll... termasuk studi kasus ketika terjadi prahara dalam rumah tangga.
Oh iya satu lagi, buku ini gak tebel kok, cuman 186 halaman, tapi menurut saya InsyaAllah dapat memberikan wawasan dan ilmu bagi saya dalam mengarungi samudra rumah tangga (cieeeee....). Walaupun sebenernya saya sakin masih banyak buku-buku serupa yang memberikan bahasan lebih detail, tapi buku ini cukup menarik dan memberikan ilmu, terutama bagi orang yang awam dan pemula (dalam kehidupan rumah tangga..) seperti saya, hehehehehe....

That's all rangkuman bukunya, untuk detailnya silahkan beli sendiri ya, atau bisa pinjem ke saya asalkan nanti dikembaliin, maklum istri belum baca, hehehehe...
Yang penting tiada lelah untuk belajar......

Salam,

Tuesday, November 19, 2013

pre-review "Sudahkah aku jadi orangtua shaleh?"

Skalian posting ini deh :D
Beberapa minggu yang lalu (3 minggu tepatnya), iseng-iseng bukain twitter salah satu motivator .  Eh, ternyata di salah satu linimasanya ada rekomendasi buku bagus buat dibaca judulnya adalah "Sudahkah aku jadi orangtua shaleh?". Alhasil jadi penasaran minggu berikutnya mencoba ngubek-ngubek Gramedia depan BIP Bandung. Dan.. I'm not the lucky one, karena ternyata bukunya udah habis. Minggu berikutnya lagi nyoba browisangan nyari penerbiatnya dan order di penerbitnya langsung, dan alhamdulillah nyampe ditangan dalam beberapa hari.
Sebenernya sampai sekarang belum sempat membaca secara lengkap sih, karena masih ada PR membaca beberapa buku yang belum dituntaskan + tugas kuliah + baca paper + ngerjain tesis (yang terbengkelai), jadi mungkin tulisan ini hanya sekedar "judge the book from the cover", atau "judge the book from another reviewer" :D

Ok, beberapa chapter yang saya baca dari buku ini isinya sangat bagus, I mean, tidak hanya memberi gambaran dari sisi psikologis saja tentang bagaimana karakter anak, bagaimana mendidik anak, bagaimana memberi teladan bagi anak, dll, tetapi yang lebih utama adalah dari sisi agama. Bagaimana menanamkan aqidah dan akhlak kepada anak, tanpa harus membentak, tanpa harus memberikan paksaan, dll. Pembahasanya cukup ringan dan banyak disertai contoh kasus :). Intinya sebagai orang tua, harus paham dengan benar bagaimana mendidik, bagaimana membangun karakter anak, dan bagaimana membangun mental anak, mulai dari masa kandungan hingga beranjak dewasa. Tentu saja semuanya itu dikembalikan pada dasar agama.

For my last conclusion, buku ini sangat bagus, dan wajib menjadi salah satu referensi bagi orang tua dan calon orang tua :)
So, Sudahkah aku jadi (calon) orang tua shaleh? !!!

Sunday, August 25, 2013

Gifted Hands

Alkisah di sebuah kota di Amerika, Detroit hidup sebuah keluarga kecil yang merupakan warga kulit hitam, yang terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya yang menginjak masa sekolah. Anak yang paling kecil, Ben, merupakan anak yang duduk di bangku sekolah dasar dan memiliki prestasi yang kurang bagus. Bahkan diantara teman-temannya, Ben termasuk anak yang paling lemah kemampuan akademisnya dibandingkan dengan teman-teman sebayanya, kemampuan membaca dan berhitungnya sangat lemah.
Sebenarnya Ben ini sudah berulang kali berkeluh kesah kepada Ibunya, bahwa dia seorang yang bodoh, dan paling ketinggalan diantara teman-temannya, dia tidak yakin apakah sanggup menyelesaikan sekolahnya atau tidak.

Berulang kali Ibunya yang seorang single parent ini memberikan motivasi bahwa sebenernya tidak ada orang yang bodoh di dunia ini, yang ada adalah orang itu belum berusaha sekuat tenaga. Tidak hanya bagi Ben sendiri, akan tetapi bagi kakaknya yang kemampuan akademisnya sedikit lebih beruntung daripada Ben. Setelah mendapatkan motivasi itu akhirnya Ben kecil kembali semangat dan termotivasi untuk belajar, walaupun mungkin hasil akademisnya tidak naik secara signifikan.

Sunday, February 10, 2013

the property of clock

"The local clock of a process (whether correct or faulty) never decrease or skips values")*
Secara gak sengaja menemukan quote diatas sewaktu membaca paper. Kalau dipikir-pikir maknanya dalem banget, tapi terkadang kita sering mengabaikanya. Sebuah teori sederhana tentang waktu, dimana waktu itu akan terus berjalan, detik akan terus berdetak, dan bilangan bilangan yang ada di jam meja pun akan terus bertambah, (increase). Tidak sedikitpun berhenti, atau bahkan berkurang (decrease). Whether correct or faulty never decrease or skips values, apapun yang terjadi entah itu sesuatu yang baik atau buruk (musibah) bagi kita, kita tetap tidak akan pernah menghentikan waktu, meloncati waktu, apalagi mengembalikan waktu.

Thursday, September 1, 2011

"9 summers 10 autumns"

 9 Summers 10 Autumns,
Sebenernya udah lama baca buku ini, dari awal jaman-jaman launching, ya sekitar awal tahun 2011 lah. Cuman akhir-akhir ini aja pengen share apa yang kudapat dari buku ini. In my opinion, buku ini saya kategorikan novel motivasi dengan rating 4.5/ 5. Setara dengan novel Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Awalnya sih gak begitu tertarik, tetapi setelah membaca resensi buku ini di salah satu surat kabar, akhirnya muncul minat yang membara buat hunting buku ini. [saya emang hobi baca novel ber genre motivasi dan daily life :)]

Cerita dari novel ini saya kategorikan True Story, yang berkisah tentang perjuangan seorang anak dengan nama Iwan (sesuai dengan nama pengarangnya), di dalam menggapai mimpi-mimpinya, mengangkat martabat keluarganya. Singkat cerita ini, namanya Iwan yang putra seorang supir angkot di Batu, Malang, sejak kecil mempunyai kehidupan yang kurang beruntung (dari sisi ekonomi) dibanding dengan teman-temanya.

Friday, June 24, 2011

Senyum itu menyenangkan

Semua orang pasti sudah paham dan tahu tentang kalimat "Senyum itu ibadah"...
Kalimatnya memang sederhana, tetapi efeknya sangat luar biasa apabila kita melakukannya...
Tapi tahukah kita bahwa sebenarnya hal itu juga tidak mudah dilakukan.
IMHO, karena keterbatasan dari manusia itu sendiri (terutama kondisi psikologis), menyebabkan level "senyum" seseorang juga berbeda. Dan menurut saya hal itu juga butuh suatu proses pembelajaran untuk memberikan senyum pada "level" ikhlas....

Terinspirasi sebuah tulisan dari seorang teman pada suatu blog. Bahwa ternyata efek tersenyum (dengan ikhlas), tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tapi juga bisa berdampak pada orang lain. Walaupun katakanlah orang itu membenci atau pernah marah pada kita, dan kita juga pernah membencinya.
Pernah juga baca di beberapa referensi buku agama (saya lupa bukunya), bahwa kesehatan jasmani, sebenarnya juga dipengaruhi oleh kesehatan rohani. Apabila hati kita senantiasa diliputi sikap bahagia, maka "partikel-partikel" dalam tubuh kita (dalam istilah saya), juga akan sehat. Dan itulah yang salah satunya didapatkan dari tersenyum (dengan ikhlas)

""I'm just human", punya keterbatasan"... kadang-kadang kalimat itu yang menjadi pembelaan kenapa kita tidak mau tersenyum. Tapi tidak ada salahnya kita terus belajar belajar belajar, ... mendewasakan diri, membuang ego yang besar, mengendalikan emosi, memaafkan, tidak menyakiti dan menjaga hati......
Terlepas dari sesuatu hal yang pernah menyakitkan kita, mari kita belajar tersenyum dengan ikhlas, karenya senyum itu menyenangkan

Tuesday, December 21, 2010

Disaat itu.....

~
Jika kerja kerasmu tak dihiraukan, saat itu kamu belajar ketulusan...
Jika apa yang kamu usahakan tak dihargai, saat itu sedang belajar keikhlasan,..
Saat kamu merasa lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar kesungguhan,..
Ketika karena sesuatu hatimu merasa sakit, maka saat itu kamu belajar memaafkan,,.
dan ketia kamu merasa sepi,... maka saat itu kamu belajar ketangguhan,,.
~

Quotes ini didapat dari seorang teman... (belum tau juga dari dia sendiri atau dari orang lain)
Silahkan dimaknai secara general atau spesifik =)

Thanks Ev or whoever you are... that's inspiring me =)

Tuesday, December 14, 2010

I belive I can Fly (the lyric)

"I Believe I Can Fly"

I used to think that I could not go on
And life was nothing but an awful song
But now I know the meaning of true love
I'm leaning on the everlasting arms

If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there's nothing to it

[1]
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly

See I was on the verge of breaking down
Sometimes silence can seem so loud
There are miracles in life I must achieve
But first I know it starts inside of me, oh

If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there's nothing to it

[Repeat 1]
Hey, cause I believe in me, oh

If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there's nothing to it

[Repeat 1]
Hey, if I just spread my wings
I can fly
I can fly
I can fly, hey
If I just spread my wings
I can fly
Fly-eye-eye

sumber : http://www.azlyrics.com/lyrics/rkelly/ibelieveicanfly.html

I belive I can Fly

Seperti judul lagu... tapi emang bener itu judul lagu.

Lagu itu merupakan salah satu OST dari film garapan Disney yang berjudul "Space Jam", yang cerita singkatnya nih, seingatku si pemain basket Michael Jordan diminta untuk maen basket lagi (setelah lama pensiun dan beralih ke base ball) oleh para karakter Loony Tunes karena ditantang oleh alien.....

Lagu ini awal pertama kali dinyanyikan oleh R. Kelly, dan dinyanyikan oleh beberapa penyanyi lain seperti penyanyi jazz kawakan James Ingram, atau bahkan di aransemen oleh Kenny G

Saya sangat dueeemeen men men banget dengan lagu ini.... Kenapa ?? Yang Pertama, adalah karena musiknya emang enak di denger, dan Yang Kedua adalah karena kekuatan liriknya yang begitu enerjik, memberikan semangat dan motivasi....
Bagi saya alasan kedua ini bener-bener mampu "menyihir" semagat saya kembali, setelah terjatuh....

Liriknya yang begitu memotivasi seseorang yang suatu saat terjatuh, tapi bagaimana dia bisa bangkit kembali, bagaimana dia punya semangat kembali, untuk meraih apa yang diimpikan, apa yang dicita-citakan.
Walaupun nampak semua itu mustahil, tapi dengan kekuatan semangat, usaha dan do'a, bukan tidak mungkin "keajaiban" itu akan terwujud....

"There are miracles in life I must achieve............"
"I belive I can Fly.... I believe I can Fly.... I believe I can touch the sky...."

Note:
Lagu ini sering saya dengarkan ketika suatu saat berada pada kondisi putus asa dan gak ada semangat, atau ketika mengalami kegagalan terhadap suatu hal....
"Just believe that you can fly... believe that you can touch the sky... " =)

#nowplaying I believe I can Fly - Kenny G

Sunday, February 7, 2010

Ketika melihat seorang peminta-minta.....

Minggu, 7 Februari 2010, jam 1.58 dini hari

Kembali terjaga malam ini,
Tiba-tiba hasrat untuk ingin mencoret-coret blog sedikit muncul, mumupung lagi ada sedikit ide semenjak perut terasa mules mulai pukul 1.30 .... sambil mengisi waktu untuk menunggu waktu beribadah

bismillah,

Topik kali ini adalah ...

Apakah yang Anda lakukan ketika melihat orang yang meminta-minta...??
Dari pertanyaan diatas, muncul bebeberapa tindakan yang berbeda, yang pertama membiarkan peminta-minta tersebut, dan yang kedua memberi sesuatu ke peminta-minta tersebut.... Dalam persepsi pribadi, saya membenarkan dua tindakan tersebut

*(pertama) Membiarkan peminta-minta tersebut
Saya bisa jadi tidak menyalahkan tindakan tersebut, kenapa? Ada berbagai alasan sebenernya.
  • Yang pertama, mungkin kita tidak tahu kondisi sebenernya dari orang itu. Saya pernah baca suatu kisah di salah satu surat kabar yang pernah membicarakan masalah seperti ini (baca pengemis), dan ternyata terdapat suatu organisasi khusus, dan bahkan sang pemilik organisasi ini tergolong orang-orang yang mampu (punya 2 rumah beberapa mobil dan pernah beribadah Haji).
  • Yang kedua, kalau dilihat kondisi fisiknya orang tersebut masih banyak yang muda, yang pada intinya masih bisa untuk bekerja. Pernah menonton acara kick Andy, dan sempat tertegun ketika melihat seorang yang (maaf) disabled, dengan penuh semangat berkarya dan memberikan manfaat buat orang lain (secara pribadi bisa jadi tingkat semangatnya jauh diatas saya)
  • Yang ketiga, menimbulkan kemalasan untuk bekerja. Pendapat implisit ini pernah dikemukakan oleh seorang sahabat saya sekaligus mentor saya selama kuliah dan sampai sekarang (Ali Sofyan Kholimi). Mas kholimi pernah menceritakan sebuah gagasan kepada saya ketika ada seorang peminta-minta, maka kita coba untuk memberinya makanan bukan uang. Karena kita tidak pernah tau uang itu digunakan untuk apa. (mohon koreksinya mas khol).
Untuk alasan yang pertama ini kalau saya melihat, mereka sebenarnya membutuhkan semangat, membutuhkan motivasi untuk bekerja. Saya tidak menyalahkan jika di beberapa daerah diberlakukan perda yang memberikan aturan pelarangan untuk memberikan sesuatu kepada peminta-minta, bahkan memberikan sanksi jika melakukanya. Hal ini cocok dengan alasan yang ketiga.

Kalau memang kita tidak yakin gara-gara point yang pertama ini, sebenernya masih banyak cara untuk beramal. Kalau kita berniat, kita juga bisa menyalurkan pada lembaga-lembaga amal, infaq, shodaqoh, dan zakat. Ataupun panti-panti yang secara jelas bisa meyalurkan shodaqoh yang kita berikan dengan tepat.

*(yang kedua) Memberikan sesuatu kepada peminta-minta
Adalah naluri seorang manusia, yang mencintai dan mengasihi satu sama lain. Ada beberapa orang termasuk saya, yang terkadang tidak tega melihat peminta-minta tersebut. Apalagi kalau kondisi fisik orang tersebut tidak sempurna. Saya biasanya melihat kondisi dari orang tersebut. Kalau menurut indera saya, dia terlihat masih muda dan sebenernya masih kuat untuk bekerja, maka saya tidak memberi. Tapi apabila kondisi orang tersebut benar-benar seorang pengemis dan tidak memiliki kemampuan apapun, maka saya memberi sesuatu kepada orang itu. Entah perbuatan saya ini tergolong salah atau tidak yang jelas memang saya berniat untuk beribadah, dan berniat untuk shodaqoh toh harta saya tidak akan habis hanya karena bershodaqoh.

Saya pribadi selalu punya prinsip, bahwa kalau kita menanam kebaikan pada orang lain, InsyaAllah kebaikan itu akan kembali kepada kita, bahkan bisa jadi kebaikan yang kita terima nanti jauh lebih besar daripada yang kita dapatkan, walaupun tidak secara langsung kita dapatkan selama hidup. Saya benar-benar percaya bahwa kalau bershodaqoh tidak membuat saya jatuh miskin. Dan itu sebagai wujud syukur dan pembersihan harta yang saya dapatkan.
Saya ingat bener statement dari seorang teman (Nizar Ihromi Hidayat), "Har, kalau pengen didoakan untuk suatu kebaikan, maka rajinlah bershodaqoh".......

Well, seperti itulah pikiran-pikiran yang saya tuangkan dalam tulisan ini. Saya sangat bersyukur jika tulisan saya yang sangat sederhana ini bisa memberi manfaat dan inspirasi buat orang lain...

Saturday, December 6, 2008

"aku hanya ingin hidupku bermanfaat"

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rooji'un.
Hari ini aku baca berita di koran, seorang dokter bernama dr. Musytahar Umar Tholib telah berpulang ke Rahmatulloh.
Siapah beliau?
aku sering mendengar nama beliau dari pakde dan budeku... Beliau dr. Musytahar adalah pendiri RS. Al-Huda di daerahku
"Beliau adalah seorang sosok yang sabar dan tlaten dlm menghadapi pasien...perhatian ke pasien".. begitu pakdeku sering bercerita.
Satu hal yang membuatku kagum, Beliau bener2 mendedikasikan hidup untuk dunia kesehatan, untuk orang lain... sungguh bener2 hidup yang mulia...
sampai akhir hayatnya pun beliau bersedia memberikan dirinya untuk riset d dunia medis...
Satu statemen beliau yang menginspirasiku.... "aku hanya ingin hidupku bermanfaat bagi orang lain"...
Yaa Allah, jadikanlah aku golongan hamba2mu yang sperti beliau